BlackBerry-ku sayang, BlackBerry-ku malang

3 Oct 2013

2b2da3a4f589191813353d0d96f3a5f9_bb-android

BlackBerry telah menjadi perangkat yang menemani saya sejak hampir lima tahun lalu ketika saat itu belum ada distributor resmi yang memasukkan penjualan BlackBerry ke Indonesia. Salah satu sumber informasi seputar BlackBerry dan solusi tips trick yang bisa didapat adalah melalui Internet dan mailling list (milis).

Milis id-BlackBerry adalah salah satu milis yang kerap saya jadikan referensi karena disana ada banyak teman-teman yang willing to help untuk saling share dan berbagi informasi seputar BlackBerry.

Saat saya menulis tulisan ini, BlackBerry telah mengalami pasang surut, ditengah gelombang ekonomi yang tidak menentu ditambah persaingan pasar smartphone yang kian dinamis. Saham BlackBerry kian menurun diikuti dengan dirumahkannya 40% karyawan BlackBerry secara global, bahkan keberadaan BlackBerry 10-pun tidak mengurangi dampak negatif tersebut.

Walaupun begitu, saat ini saya masih tetap menggunakan BlackBerry dan menjadikan BlackBerry sebagai “tukang pos pribadi” yang selalu setia mengirimkan e-mail yang masuk tepat waktu, berhubungan dengan teman-teman melalui BlackBerry Messenger (BBM) bahkan disaat ketika aplikasi BBM menjadi aplikasi multi-platform yang tersedia di perangkat Android dan iOS, saya tetap menggunakan ponsel BlackBerry tua saya, BlackBerry 8820.

Bagi sebagian besar teman-teman pengguna BlackBerry di lingkungan saya, keberadaan BBM multiplatform telah menyakiti hati mereka, karena mereka para pengguna BlackBerry (sekali lagi ini hanya untuk pengguna BB di lingkungan saya) merasa tidak lagi ekslusif, bagi saya justru sebaliknya, keberadaan aplikasi BBM untuk platform lain justru malah akan menambah kontak teman di BBM saya, saya bisa jadi lebih mudah berhubungan dengan teman-teman pengguna Android dan iOS melalui aplikasi BBM yang sudah ada di perangkat BlackBerry saya.

Saya tidak lagi harus menginstal aplikasi messenger lain agar bisa berhubungan dengan teman-teman tersebut, dalam beberapa kasus saya banyak menemukan teman saya yang menginstal beberapa aplikasi messenger sekaligus agar dapat berhubungan dengan teman-temannya, dan saya menemukan bahwa mereka hanya memiliki beberapa orang saja pada aplikasi messenger tersebut, bahkan ditemukan kontak orang yang sama pada aplikasi messenger berbeda, bagi saya ini pemborosan, ya pemborosan memory dan juga pulsa, kenapa harus punya banyak aplikasi messenger jika teman yang kita hubungi hanya “4L” (loe lagi loe lagi).

Dalam beberapa kasus, saya bahkan menemukan ada beberapa aplikasi Messenger yang sangat “rajin” mengirim iklan dan promo discount, dan secara otomatis telah menghubungkan kita dengan akun messenger milik selebriti papan atas yang saya sangat yakin bahwa itu bukanlah akun milik selebriti tersebut, namun hanya sebagai iming-iming saja agar kita mau menggunakan aplikasi messenger yang “rajin” mengirimkan iklan dan promo tadi.

Kembali ke soal BBM lintas platform, dimana saat peluncurannya pada tanggal 21 September (untuk Android), dan 22 September (untuk iOS), server BBM telah mengalami overload karena ada banyak pengguna yang mendaftar secara bersamaan sehingga pengguna Android sangat kesulitan untuk menginstal aplikasi BBM di perangkat Android mereka, sementara beberapa jam setelah itu, pengguna iOS juga mengalami hal serupa, namun beberapa pengguna iOS telah berhasil menginstal dan menggunakan aplikasi BBM di perangkat iPhone mereka walau tetap saja masih belum stabil. Usut punya usut, ternyata masalah yang dialami oleh server BBM lintas platform itu cukup serius, karena sebelum peluncuran resminya, ada banyak pengguna Android yang sebelumnya telah mendapatkan bocoran aplikasi BBM (dalam bentuk .APK) dan menginstalnya sebelum server di buka sehingga hal ini menjadikan sistem di server BBM menjadi kolaps. Hihihi lucu juga ya, para pengguna Android yang sebelumnya menjelek-jelekkan BlackBerry itu diam-diam ternyata ingin juga mencicipi BBM di perangkat Android mereka.

Saat tulisan ini saya buat, aplikasi BBM di Google Play dan di App Store masih belum tersedia, karena beberapa jam sejak diluncurkan, aplikasi tersebut kembali ditarik di masing-masing toko aplikasi tersebut karena server BBM mengelami overload, walaupun mungkin istilah overload tidak lah tepat karena kemungkinan ada masalah lain yang cukup serius yang dialami oleh BBM yang kini masih ditangani oleh team BlackBerry. Sehingga sangatlah wajar ketika ada beberapa pengguna yang merasa tidak yakin akan kehadiran BlackBerry lintas platform tersebut, namun belakangan pihak BlackBerry menegaskan bahwa mereka akan menyediakan 100% aplikasi BBM untuk Android dan iOS, bahkan belakangan pihak BlackBerry juga tengah menyiapkan aplikasi BBM untuk Windows Phone dan aplikasi BBM juga akan bisa diakses oleh perangkat PC, seperti yang telah di-demokan pada perhelatan BlackBerry Jam Asia yang berlangsung di Hongkong akhir September 2013 lalu.

Terlepas dari apa yang dialami oleh BlackBerry saat ini, saya masih tetap menggunakan perangkat BlackBerry karena ponsel ini telah memenuhi kebutuhan saya, baik untuk e-mail maupun chatting. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap platform lain, BlackBerry akan tetap saya gunakan sementara saya juga memiliki Android dan iPhone di saku yang lain…. Happy BBM!

Artikel ini juga telah dimuat di situs blog saya yang lain.


TAGS blogging BlackBerry opini


-

Author

Follow Me