BlackBerry, Autis dan CrackBerry

20 May 2009

Demam BlackBerry sudah mewabah di Indonesia, bukan saja artis dan para pejabat yang sedang kerajingan handset buatan perusahaan telekomnikasi asal Kanada ini, namun hampir semua kalangan dan usia kini telah menjadikan BlackBerry atau sering disebut juga BB sebagai perangkat yang wajib dibawa dan selalu mewarnai keseharian mereka, bahkan BlackBerry telah menjadi status simbol bagi sebagian dari mereka.

Terlebih dengan adanya FaceBook dan Instant Messaging seperti Yahoo Messenger (YM), MSN Messenger, Google Talk dan sejenisnya, kepopularan BB semakin di dongkrak karena adanya fasilitas-fasilitas yang saat ini sedang digandrungi orang hampir diseluruh penjuru dunia itu.

Kepopulaeran BB dan FaceBook mulai terkuak ketika Barack Husein Obama yang kala itu masih menjadi calon presiden Amerika menjaring pendukungnya terutama dari kalangan anak muda melalui situs jejaring sosial FaceBook melalui perangkat favotirnya BlackBerry.

Kini bukanlah pemandangan yang aneh jika kita melihat seorang yang menggunakan BB dengan begitu asyiknya hingga dia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tidak peduli siapa yang lewat didekatnya, sekalipun mertuanya, dia benar-benar asyik dengan dunianya sendiri hingga keadaan itu kita sebut dengan istilah “Autis”, walau ini bukanlah penyakit Autis yang sebenarnya.

Namun baru-baru ini, Yayasan Autisma Indonesia (http://http://www.autisme.or.id/) merasa keberatan dengan istilah yang diberikan kepada pengguna BB yang adiktif tersebut, seakan-akan istilah “Autis” memiliki konotasi yang negatif karena itu Yayasan Autisma Indonesia pada bulan April 2009 (bersamaan dengan Bulan Peduli Autisme) menggelar konfrensi pers sehubungan dengan munculnya istilah tersebut.

Akhir-akhir ini ada kecenderungan oknum menggunakan kata-kata autis sebagai bahan olok-olok. Yang lebih menyedihkan ini dilakukan oleh public figure (artis dan pengamat politik) di Media yang ditonton/dibaca oleh jutaan orang. Pengguna BB (Blackberry) juga saat ini sering dengan entengnya menggunakan kata “autis” untuk menganalogikan keasyikan mereka. Intinya, janganlah menggunakan istilah Autis untuk mereka yang kerajingan menggunakan BlackBerry.

Kita mungkin bisa saja menyebutnya dengan istilah “BlackBerry Addict”, Kecanduan BlackBerry atau “CrackBerry” nah istilah terakhir ini banyak dipakai dan kurang lebih memiliki makna yang berbunyi “Penggunaan yang terus menerus bisa menyebabkan perangkat BlackBerry menjadi rusak” atau “crack”, karena itu orang bule sering menyebut “CrackBerry” dan menyebut “CrackBerryan” kepada orang-orang yang memiliki kecanduan BlackBerry seperti ini.[Q]


TAGS


-

Author

Follow Me